Tugas Kelompok - SKPL-W

 

 

 


 

 

 

SPESIFIKASI KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK

 

 

Sistem Absensi Online Berbasis Web dengan Verifikasi Lokasi Google Maps

 

 

untuk:

Absensi Organisasi

 

 

Dipersiapkan oleh:

Kelompok 5

Angga Saputra                  2415061071

M. Paundra Napynka Ali        2455061016

Akhmad Faishal Kharisma 2415061054

M. Alfaruq Hasan             2415061083

 

 

Program Studi Teknik Informatika FT Universitas Lampung

Jl. S. Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung

 

 

 

 

 

 

Program Studi Teknik Informatika FT - UNILA

 

Nomor Dokumen

 

Halaman

SKPL-W-xx <xx:no grp>

<#>/<jml #

Revisi

<nomor revisi>

Tgl: <isi tanggal>


Control Revisi Dokumen

 

 


Seluruh revisi yang telah dilakukan pada dokumen ini, dapat diikuti sebagaimana tabel berikut.

 

 

Nomer Revisi

Tanggal

Diperiksa oleh

Keterangan singkat perbaikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Sistem Penomoran

 

Ada beberapa hal/bagian dalam dokumen ini yang perlu diberi nomor. Maksud penomoran ini untuk mempermudah audience dalam pengidentifikasian. Adapun aturan penomorannya sebagaimana tabel berikut:

 

 

Hal/Bagian

Aturan Penomoran

Tabel/Data Store

Nomor berbentuk TD99, dimana 99 adalah nomor urut tabel atau data store

Contoh: TD11, TD12, TD29, TD31 dan sebagainya

Kebutuhan Fungsional

Nomor berbentuk KF999.x, dimana 999 adalah nomor urut struktur butir-butir pada kebutuhan fungsional. Sedangkan x adalah nomor berupa abjad dan sifatnya sebagai tambahan jika kebutuhan fungsional tersebut memiliki item turunannya.

Contoh: KF101, KF120, KF120.a, KF120.b dan sebagainya

Kebutuhan Non Fungsional

Nomor berbentuk KnF99.x, dimana 99 adalah nomor urut struktur butir-butir pada kebutuhan non fungsional. Sedangkan x adalah nomor berupa abjad dan sifatnya sebagai tambahan jika kebutuhan non fungsional tersebut memiliki item turunannya.

Contoh: KnF11, KnF12, KnF12.a, KnF12.b dan sebagainya

 

 

Referensi

 

Berikut adalah daftar acuan yang digunakan dalam pendokumentasian spesifikasi kebutuhan perangkat lunak ini.

 

      IEEE Std. 1233, 1998 Edition IEEE Guide for Developing System Requirements Specifications

      IEEE, Software Requirements Engineering, Second Edition, IEEE Computer Society Press, 2002.

      Bray, Ian K. An Introduction to Requirement Engineering, 1st published, Addison-Wesley, 2002

      Kotonya, Gerald and Sommerville, Ian. Requirement Engineering: Processes and Techniques, John Wiley & Sons Ltd, 1998

      Holil, Achmad. Template: Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak, Jurusan Sistem Informasi ITS, 2006.

 

<Tambahkan textbook, panduan atau dokumen lain yang digunakan sebagai acuan dalam pengembangan perangkat lunak ini>


 

 

Daftar Isi

 

 

SPESIFIKASI KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK.. 1

Control Revisi Dokumen. 2

1.       Pendahuluan. 6

1.1        Tujuan Penulisan Dokumen. 6

1.2        Lingkup Masalah. 6

1.3        Definisi, Istilah dan Singkatan. 6

1.4        Referensi 6

1.5        Deskripsi umum Dokumen (Ikhtisar) 6

2        Deskripsi Umum Perangkat Lunak. 7

2.1        Deskripsi Umum Sistem.. 7

2.2        Karakteristik Pengguna. 7

2.3        Batasan. 7

2.4        Lingkungan Operasi 7

3        Deskripsi Kebutuhan. 8

3.1.1     Antarmuka pemakai 8

3.1.2     Antarmuka Perangkat Keras. 8

3.1.3     Antarmuka Perangkat Lunak. 8

3.1.4     Antarmuka Komunikasi 8

3.3.1     Diagram Use Case. 9

3.3.2     Definisi Actor 9

3.3.3     Definisi Use Case. 10

3.3.4     Skenario Use Case. 10

3.6.1     Kebutuhan Fungsional vs Use Case. 11

3.7.1     Kebutuhan Fungsional 12

3.7.2     Kebutuhan Non Fungsional 12

 

 


 

Daftar Tabel

 

Tabel 1 Karakteristik Pengguna. 7

 


 

 

1.  Pendahuluan

1.1       Tujuan Penulisan Dokumen

Dokumen SKPL ini dibuat untuk merancang dan mendokumentasikan sistem absensi berbasis lokasi GPS. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi kecurangan dalam pencatatan kehadiran dengan memastikan pengguna hanya dapat melakukan absensi jika berada di lokasi yang telah ditentukan.

1.2       Lingkup Masalah

Sistem ini adalah aplikasi absensi berbasis GPS yang memungkinkan karyawan atau mahasiswa melakukan presensi hanya saat berada di lokasi tertentu. Aplikasi ini akan mendeteksi lokasi pengguna menggunakan GPS dan memverifikasi keabsahan posisi sebelum mengizinkan absensi. Sistem ini ditujukan untuk organisasi, perusahaan, atau institusi pendidikan yang ingin meningkatkan akurasi dan transparansi dalam pencatatan kehadiran.

1.3       Definisi, Istilah dan Singkatan

·      GPS (Global Positioning System): Teknologi yang digunakan untuk menentukan lokasi geografis perangkat pengguna.

·      Geofencing: Mekanisme yang membatasi akses absensi hanya dalam radius tertentu dari lokasi yang diizinkan.

·      Presensi: Proses pencatatan kehadiran karyawan atau mahasiswa dalam sistem.

·      Administrator: Pihak yang memiliki akses untuk mengelola lokasi, jadwal, dan aturan absensi dalam sistem.

·      User: Pengguna yang melakukan absensi menggunakan aplikasi.

1.4       Referensi

 

Dedi Purwanto, S.kom.,M.Kom, 2024, Perancangan Sistem Informasi Absensi Online Berbasis GPS

 

Aip Suprapto Munari, Muhammad Yusril Helmi Setyawan, Mohamad Nurkamal Fauzan, 2020, Panduan Lengkap Algoritma Havarisne Formula pada Sistem Monitoring Mahasiswa Intersnship Berbasis GPS, Kreatif Industri Nusantara

1.5       Deskripsi umum Dokumen (Ikhtisar)

Dokumen ini berisi rancangan sistem absensi berbasis lokasi GPS, mencakup tujuan, fitur utama, teknologi yang digunakan, serta skenario penggunaan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi kehadiran dan mengurangi praktik kecurangan dalam absensi.


2        Deskripsi Umum Perangkat Lunak

 

2.1       Deskripsi Umum Sistem

Sistem absensi berbasis lokasi GPS ini dirancang untuk memastikan kehadiran karyawan atau mahasiswa secara akurat dengan memanfaatkan teknologi GPS dan geofencing. Pengguna hanya dapat melakukan absensi jika berada dalam radius lokasi yang telah ditentukan, seperti kantor atau kampus. Sistem ini juga menyediakan fitur laporan kehadiran, manajemen lokasi absensi, serta histori presensi.

2.2       Karakteristik Pengguna

 

Tabel 1Karakteristik Pengguna

Kategori Pengguna

Tugas

Hak Akses ke aplikasi

Karyawan/Mahasiswa

Melakukan absensi di lokasi yang ditentukan

Akses fitur absensi dan melihat riwayat kehadiran

Admin

Mengelola data pengguna, menentukan lokasi absensi, dan membuat laporan kehadiran

Akses penuh ke semua fitur sistem

 

Dosen

Melihat laporan kehadiran mahasiswa

Akses laporan absensi dan data statistik

 

2.3       Batasan

·       Sistem bergantung pada konektivitas internet dan GPS yang akurat.

·       Pengguna hanya dapat melakukan absensi jika berada dalam radius geofencing yang ditentukan.

·       Tidak mendukung absensi offline tanpa koneksi internet.

·       Sistem hanya dapat diakses melalui perangkat yang mendukung layanan lokasi (smartphone, tablet).

·       Multi-platform: berjalan di Android dan iOS.

2.4       Lingkungan Operasi

·        Client: Aplikasi mobile berbasis Android dan iOS.

·        OS: Android 8.0 ke atas, iOS 12 ke atas.

·        DBMS: PostgreSQL/MySQL sebagai basis data utama.


3        Deskripsi Kebutuhan

3.1       Kebutuhan Antarmuka Eksternal

 

3.1.1 Antarmuka pemakai

<Uraikan karakteristik logik dari setiap antarmuka antara produk perangkat lunak dan penggunanya. Bisa berupa contoh gambar screen, beberapa standar GUI atau arahan bentuk yang harus diikuti, batasan screen layout, standar buttons dan function (misal help) yang akan kelihatan pada setiap screen, keyboard shortcuts, standart tampilan error message, dan yang lainnya. Tentukan komponen perangkat lunak yang diperlukan untuk antarmuka pengguna. Detail dari desain antarmuka pengguna ada pada dokumen terpisah yaitu spesifikasi antarmuka pengguna >

 

3.1.2 Antarmuka Perangkat Keras

<Gambarkan karakteristik logik dan fisik dari setiap antarmuka antara produk perangkat lunak dan komponen perangkat keras dari sistem. Boleh berupa tipe peralatan pendukung, data alamiah dan kontrol interaksi antara perangkat lunak dan perangkat keras, dan protokol komunikasi yang digunakan>

 

3.1.3 Antarmuka Perangkat Lunak

<Jelaskan koneksi antara perangkat lunak ini dengan komponen perangkat lunak tertentu lainnya (nama dan versi), termasuk database, sistem operasi, tools, libraries, dan komponen komersial yang terintegrasi. Tunjukkan item-item data atau pesan yang datang kepada sistem dan hasilnya dan gambaran dari penggunaan setiap hasil tersebut. Gambaran kebutuhan servis dan komunikasi. Menunjuk pada dokumen yang menguraikan detail pemrograman aplikasi interface protocol. Identifikasi data yang akan dibagi antar komponen perangkat lunak. Jika mekanisme pembagian data harus terimplementasi dengan cara yang khusus (contoh, penggunaan lingkungan data global  si sistem operasi multitasking), terutama batasan implementasinya>

 

3.1.4 Antarmuka Komunikasi

<Uraikan asosiasi kebutuhan dengan beberapa fungsi komunikasi yang dibutuhkan oleh perangkat lunak ini, termasuk e-mail, web browser, protokol komunikasi network server, forms elektronik, dan lain sebagainya. Identifikasi beberapa hal yang berhubungan dengan format message. Identifikasi beberapa standar komunikasi yang akan digunakan, seperti FTP atau HTTP. Menetapkan keamanan komunikasi atau isu tentang encrypsi, kecepatan transfer data, dan mekanisme sinkronisasi>

.

 

3.2       Kebutuhan Fungsional

Diawali dengan membuat daftar kebutuhan fungsional P/L, lengkap dengan ID dan penjelasan jika perlu. Bisa dibuat dalam bentuk tabel.

 

ID

Kebutuhan

Penjelasan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada subbab berikutnya, buatlah diagram konteks dan DFD level berikutnya.

 

3.3       Model Use Case

 

3.3.1 Diagram Use Case

Bagian ini diisi dengan diagram use case keseluruhan.

 

3.3.2 Definisi Actor

Bagian ini diisi dengan daftar actor dan deskripsi role untuk actor tersebut. Deskripsi role harus menjelaskan wewenang pada role tersebut dalam perangkat lunak. Bisa dibuat dalam bentuk tabel berikut:

 

No

Actor

Deskripsi

1

Guest

Actor dengan role ini mempunyai wewenang untuk melakukan registrasi serta melihat informasi-informasi yang sifatnya umum

seperti profil perusahaan, ….


3.3.3 Definisi Use Case

Bagian ini diisi dengan daftar use case dan deskripsi singkat mengenai use case tersebut. Bisa dibuat dalam bentuk tabel berikut:

 

No

Use Case

Deskripsi

1

Melihat daftar produk

Sistem menampilkan daftar produk yang boleh dipilih untuk pengguna.

 

 

 

 

3.3.4 Skenario Use Case

Bagian ini diisi dengan skenario (flow of event) untuk beberapa use case utama, yang menggambarkan urutan interaksi actor dengan use case tersebut, dari awal sampai akhir.

 

 

Contoh:

Nama Use Case: Melihat daftar produk Skenario:

Aksi Actor

Reaksi Sistem

Skenario Normal

1. Memilih menu Daftar Produk

 

 

2. Menampilkan daftar produk dari basisdata ke layar

3. Menekan tombol navigasi (next, prev)

 

 

4. Me-refresh tampilan daftar produk

Skenario Alternatif

 

1. Memilih menu Daftar Produk

 

 

2. Menampilkan pesan ‘Tidak ada produk’

 

 

3.4       Kebutuhan Non Fungsional

 

Kebutuhan Kinerja

 

<Jika ada kebutuhan kinerja perangkat lunak yang kondisinya bervariasi, nyatakan dan terangkan dasar pemikirannya, agar dapat membantu pengembang dalam memahami tujuan dan pemilihan desain yang cocok. Terutama yang berhubungan dengan waktu untuk sistem real time. Buatlah kebutuhan yang sedemikian jelas dan mungkin. Pernyataan kebutuhan kinerja untuk satu kebutuhan fungsional atau feature >

 

 

Kebutuhan Keamanan

 

<Spesifikasikan kebutuhan yang mementingkan kemungkinan hilang, rusak atau  kesalahan akan hasil dari penggunaan perangkat lunak. Tentukan beberapa usaha perlindungan atau aksi yang harus dilakukan untuk mencegahnya. Tunjuklah beberapa kebijakan eksternal atau regulasi isu tentang keamanan yang mempengaruhi penggunaan dan desain perangkat lunak. Temukan beberapa setifikasi keamanan yang dapat memberikan kepuasan>

 

 

Kebutuhan Perlindungan Keamanan

 

<Spesifikasikan kebutuhan yang concern pada keamanan atau isu privasi di sekitar penggunaan perangkat lunak atau proteksi oleh perangkat lunak pada penggunaan atau pembuatan data. Tentukan kebutuhan autentifikasi identitas pengguna. Tunjuklah beberapa kebijakan eksternal atau regulasi yang berisi isu-isu keamanan yang mempengaruhi penggunaan perangkat lunak. Temukan beberapa setifikasi keamanan atau privasi yang harus memuaskan>

 

 

 

Atribut Kualitas Perangkat Lunak

 

<Spesifikasikan beberapa tambahan karakteristik kualitas dari perangkat lunak yang penting bagi pengguna atau pengembang. Pertimbangkan tentang adaptability, availability, correctness, flexibility, interoperability, maintainability, portability, reliability, reusability, robustness, testability dan usability. Tuliskan pertimbangan-pertimbangan tersebut agar menjadi spesifik, kuantitatif dan memungkinkan untuk diverifikasi. Setidaknya, klarifikasikan preferensi relatif dari variasi antribut, seperti lebih mudah menggunakannya dari pada mempelajarinya>

 

Uraikan dengan ringkas kebutuhan non fungsional dalam tabel sebagai berikut. Isilah Kolom Kebutuhan dengan kalimat yang jelas dan kelak dapat ditest untuk dipenuhi.ID adalah nomor kebutuhan yang harus ditelusuri pada saat test. Tuliskan N/A bila Not Applicable..

 

ID

Parameter

Kebutuhan

 

Availability

 

 

Reliability

 

 

Ergonomy

 

 

Portability

 

 

Memory

 

 

Response time

 

 

Safety

N/A

 

Security

 

 

 

 

 

Others 1: Bahasa

komunikasi

Misalnya : semua tanya jawab harus dalam

bahasa Indonesia

 

 

Setiap layar harus mengandung logo PT Pos Indonesia

 

 

 

 

Catatan :

Availability : ketersediaan aplikasi, misalnya harus terus menerus beroperasi 7 hari perminggu, 24 jam per haritanpa gagal

Reliability : keandalan, misalnya tidak pernah boleh gagal(atau kegagalan yang ditolerir adalah …%) sehingga harus dipikirkan fault tolerant architecture. Biasanya hanya perlu untuk Critical Application yang jika gagal akan berakibat fatal.

Ergonomy : kenyamanan pakai bagi pengguna

Portability : kemudahan untuk dibawa dan dioperasikan ke mesin/sistem operasi/platform yang lain

Memory : jika perhitungan kapasitas memori internal kritis (misalnya untuk SW yang harus dijadikan CHIPS dan ukurannya harus kecil

Response time : Batasan waktu yang harus dipenuhi. Sangat penting untuk aplikasi Real Time. Contoh: “Aplikasi harus mampu menampilkan hasil dalam 4 detik”, atau “ATM harus menarik kembali kartu yang tidak diambil dalam waktu 3 menit”

Safety: yang menyangkut keselamatan manusia, misalnya untuk SW yang dipakai pada sistem kontrol di pabrik Security : aspek keamanan yang harus dipenuhi.

 

 

3.5       Batasan Perancangan

Sebutkan batasan perancangan jika ada. Contoh : harus memakai library yang ada, harus memakai sepotong kode yang sudah pernah dikembangkan, harus memperhatikan hal-hal tertentu

 

 

3.6       Kerunutan (traceability)

Diisi dengan tabel yang berisi traceability dari hasil analisis. Gunanya untuk menilai apakah hasil analisis “runut” dan lojik. Untuik sementara, baru didefinisikan Data-store versus E-R.

 

 

3.6.1 Kebutuhan Fungsional vs Use Case

Mapping kebutuhan fungsional dengan use case terkait

 

ID Kebutuhan

Fungsional

ID Use Case Terkait

 

 

 

 

3.7       Ringkasan Kebutuhan

Bab ini berisi ringkasan semua kebutuhan. Kebutuhan ini mencerminkan semua hal yang harus dipenuhi, dan nantinya akan menjadi arahan untuk tahapan testing, karena pada dasarnya, semua kebutuhan harus dapat ditest supaya dapat dibuktikan dipenuhi. Dibagi menjadi dua bagian: fungsional dan non fungsional.

 

 

3.7.1 Kebutuhan Fungsional

 

ID

Deskripsi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.7.2 Kebutuhan Non Fungsional

 

ID

Deskripsi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Comments